Kembalikan Kejayaan Banten dengan Kabula Kabale Kabalandongan


(urangbanten.org)-Lambannya Proses pembangunan di Provinsi Banten akibat masih rendahnya partisipasi masyarakat yang memandang seluruhnya urusan pemerintah.


Selain itu, kemajemukan warga Banten juga menjadi faktor utama, karena sebagian masih beranggapan bukan wilayahnya.


Hal ini setidaknya menjadi perhatian seorang tokoh nasional, Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) periode 2003-2007 yang juga Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten (PUB), Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Taufiequrachman Ruky, SH., di acara hari jadi PUB ke IV, di pelataran Kesultanan Surosowan Banten Lama, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Jum'at (23/09/2022).


"Banten pernah jaya dan kejayaan ini harus dikembalikan," kata Ki Mpik, nama panggilan Taufiequrachman Ruki sebagai orang Banten.


Ki Mpik mengajak orang Banten, siapapun dia, harus berjuang untuk mengembalikan Banten menjadi bangsa yang unggul.

Karena itu, lanjutnya, moto PUB Kabula Kabale Kabalandongan, mengandung arti yang dalam bagi setiap orang Banten.


Kabula, lanjut Ki Mpik menerangkan, artinya warga Banten harus selalu tampil dan menjadi nomor satu dimanapun berada.

"Kabula itu semisal di setiap kita bekerja, harus menjadi yang unggul. Tidak masalah jadi Helper (pembantu), tapi harus menjadi kepala Helper," ujanya, yang mendapat aplous dari para undangan.


Ki Mpik melanjutkan, sudah banyak contoh warga Banten yang tampil di tingkat nasional maupun regional. Bagi yang berpolitik, silahkan dan berjuang untuk yang terdepan. Misalnya duduk di DPR atau MPR, jadilah ketuanya," ujar Ki Mpik.


Ki Mpik menyontohkan Ki Embay (KH Embay Mulya Syarif), warga Banten yang menduduki orang nomor satu di Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA), sebagai Ketua Umum.


Sementara Kabale, dalam berbagai pertemuan atau diskusi orang Banten harus muncul. Ini dari leluhur kita yang menunjukan harus muncul dan terdepan. "Siapa kerajaan yang pertama kali punya duta besar di Inggris. Dia itu Banten. Soal diplomasi, orang Banten ahlinya. Contoh Hasan Wirajuda (Dr. Noer Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri 2001-2009) itu orang Pinang," ungkap Ki Mpik.

Kabalandongan, lanjut Ki Mpik, kegiatan-kegiatan atau acara yang mengundang umum, orang Banten harus tampil baik sebagai pembicara, entertainer (penghibur) dan lainya.


Dalam kesempatan itu, Ki Mpik menegaskan agar selalu menjaga ke-Banten-an. Dirinya menghargai masih banyak yang mencoba meneruskan kiprah leluhur untuk menjadi tokoh-tokoh dalam bidang masing-masing.


Acara yang dihadiri tidak kurang dari 300 orang itu, nampak para tokoh masyarakat Banten dari delapan kabupaten kota dan pejabat Eksekutif maupun legislatif tingkat provinsi dan nasional. Begitu juga perwakilan PUB dari berbagai daerah di delapan kabupaten kota se Banten juga dihadiri perwakilan DKI Jakarta.


Sebagai penutup acara hari jadi ke empat PUB, dilakukan Zikir bersama yang dipimpin para tokoh agama se Banten dan diakhiri doa dipimpin secara bergantian oleh para tokoh agama se Banten. (JM)

76 views0 comments